Review Film Star Trek Beyond

Tanggal 20 Juli 2016 kemarin, baru saja dirilis film Star Trek ketiga dari versi rebootnya yang diberi judul Star Trek Beyond. Film Star Trek Beyond ini merupakan film ketigabelas dari franchise serial yang diciptakan oleh Gene Roddenberry ini. Berbeda dengan dua film reboot sebelumnya yang disutradarai oleh JJ Abrams, untuk film Star Trek kali ini disutradarai oleh Justin Lin yang merupakan sutradara dari film seri Fast & Furious, karena JJ Abrams lebih memilih untuk fokus menyutradarai film seri Star Wars terbaru.

Premise cerita film dimulai ketika Kapten James, mulai merasa jenuh dengan misi USS Entreprise mengarungi angkasa untuk mencapai tempat tanpa batas yang entah sampai kapan. USS Entreprise yang sudah berjalan tiga tahun dari misi selama lima tahun, akhirnya tiba di Yorktown, sebuah stasiun ruang angkasa dengan teknologi terbaru. Ketika berada di Yorktown ini, USS Enterprise mendapat misi untuk membantu penyelamatan dari kru Kalara di sebuah nebula asing yang berhasil selamat dengan menggunakan escape pod.

USS Enterprise langsung berangkat menuju nebula tersebut, tapi kemudian mereka mendapat serangan dari kelompok Krall sehingga USS Enterprise hancur dan seluruh kru USS Enterprise terdampar di nebula tersebut. Ternyata seluruh kejadian tersebut adalah sebuah jebakan yang disusun oleh Krall yang mengincar sebuah senjata artefak kuno untuk menghancurkan Federal yang dianggap telah menghianati dirinya yang juga merupakan anggota Starfleet.

Dibandingkan dengan dua flm sebelumnya, film ini agak lebih kalem dan tidak terlalu banyak hal yang sangat ‘wah’, bahkan terjesan gelap. Cerita mengalir begitu saja, bahkan terkesan dipaksakan untuk beberapa bagian. Kita tidak perlu berpikir keras, merasa tegang ataupun merasa excited karena ceritanya benar-benar sangat lurus dan datar. Tidak ada rasa petualangan yang kita dapatkan dari film ini, walaupun ada adegan pengejaran, tapi ya masih saja tetap terasa kurang.Beberapa adegan cukup menghibur bisa kita dapatkan dari percakapan Spock dan Bones. Scotty juga masih berada dalam zonanya sebagai pelawak dalam USS Enterprise ini, tapi tetap masih belum bisa mengangkat film ini menjadi lebih menarik.

Untuk kru dari pesawat USS Enterprise di film ini masih sama yaitu Chris Pine sebagai Kapten James T. Kirk, Zachary Quinto sebagai Spock, Karl Urban sebagai Leonard “Bones” McCoy, John Cho sebagai Hikari Sulu, Zoe Saldana sebagai Nyota Uhura, Simon Pegg sebagai Montgomery Scott, dan Anton Yelchin sebagai Pavel Chekov. Sayangnya, Anton meninggal dunia satu bulan sebelum film ini rilis, sehingga kita dipastikan tidak akan bisa melihat Chekov di film selanjutnya.

Untuk Krall sendiri diperanakan oleh Idris Elba dan salah satu hal yang menjadikan film ini mungkin menjadi sangat spesial bagi penonton Indonesia adalah karena hadirnya Joe Taslim sebagai Manas di film ini! Seperti yang kita tahu, Joe Taslim pernah ikut dalam film Fast and Furious 6 yang disutradarai oleh Justin Lin, dan sekarang mereka bekerja sama lagi dalam film ini. Secara keseluruhan, film ini sebenarnya tidak ada yang baru sama sekali, tapi kalau memang kalian tidak punya film lain yang bisa ditonton untuk weekend ini, kalian bisa kok nonton ini buat menghabiskan penasaran atau sekadar nonton aja. Buat yang penasaran, bisa cek aja trailernya di bawah ini, buzzfriend!

Comments

comments