Mengapa Film Logan Layak Menjadi Akhir Kisah Wolverine?

Di tahun 2017 ini memang banyak sekali film superhero yang akan dirilis. Salah satu film tersebut adalah film Logan yang merupakan film terakhir dari trilogi X-Men Origin : Wolverine. Film ini juga sekaligus mengakhiri tugas dari Hugh Jackman yang selama 17 tahun ini sudah memerankan mutan dengan cakar Andamantium ini. Selain itu, fillm Logan juga merupakan film terakhir dari Sir Patrick Stewart untuk memerankan tokoh Professor X dalam seri film X-Men.

Film Logan mendapatkan banyak sekali review positif dari segi ceritanya yang memang memiliki pendekatan berbeda dibandingkan dengan seri-seri film Wolverine dan X-Men sebelumnya. Hal membuat banyak kritikus film mengakui bahwa film ini adalah film yang paling layak untuk dijadikan sebagai film terakhir dari Wolverine.

Plot Film Logan

Film Logan

via uk.movies.yahoo.com

Film ini berlatar belakang di Amerika tahun 2029, dimana pada saat itu sudah tidak ada lagi mutan yang baru di Amerika Serikat. Mutan-mutan yang ada mati karena sebuah ‘obat’ yang disebarkan oleh Transigen yang membuat mutasi genetik dari mutan menjadi hilang.

Wolverine tinggal di daerah perbatasan Amerika dan Meksiko dan bekerja sebagai supir untuk menghidupi dirinya beserta Caliban dan juga Professor X yang sudah sakit dan menua serta tidak bisa lagi mengendalikan kekuatannya. Mereka berlindung dari para Reavers yang dipimpin oleh Donald Pierce, Kepala Keamanan Transigen, yang ingin memiliki kekuatan dari Professor X.

Hingga pada suatu hari, Logan mendapatkan pesanan untuk mengantarkan seorang anak perempuan bernama Laura ke sebuah wilayah di Dakota Utara yang disebut “Eden”. Ternyata Laura tidak hanya harus dia antarkan tetapi Loga juga harus menerima kenyataan bahwa Laura adalah anak dia sendiri yang harus dia lindungi dari Transigen.

Perjuangan Logan untuk mengantarkan Laura nyatanya memang tidak mudah karena kekuatannya sendiri sudah cukup berkurang akibat penuaan dan juga keracunan Andamantium yang mulai menggerogoti tubuhnya sendiri. Bagaimana akhir kisah Wolverine dalam film Logan ini? Secepatnya tonton di bioskop terdekat ya!

Mengapa Film Logan Menjadi Film Terbaik Wolverine?

Film Logan

via Creators.co

Film ini mengambil latar cerita dystopian ala film western dengan berbagai gimmick budaya populer macam komik X-Men dan juga film Western. Jika kalian menonton film Logan, sebenarnya kalian tidak menentukan film bergenre apa karena kalian akan mendapatkan berbagai macam genre di film ini. Ada bagian action yang penuh darah tetapi ada juga bagian yang cukup sedih dan menguras air mata, sambil diselingi beberapa adegan humor antara Wolverine dan Professor X.

Akting dari Hugh Jackman dan juga Sir Patrick Stewart patut kita acungi jempol karena chemistry keduanya dalam memainkan tokoh Wolverine dan juga Professor X benar-benar sangat memukau. Dalam satu adegan kita bisa merasa benar-benar sangat sedih, tetapi scene berikutnya kita bisa dibuat tertawa oleh adegan mereka berdua.

Penggambaran sosok Wolverine yang rapuh dan menujukkan sisi lembutnya, memberikan sebuah kesan baru dari sosok sangar dan liar yang biasa kita temukan dalam film-film Wolverine sebelumnya. Kali ini Wolverine nampak lebih seperti manusia biasa, walaupun masih bisa mengeluarkan cakar dari kedua tangannya.

Banyak kritikus memberikan pujian atas film Logan ini karena unsur cerita dan juga akting dari para aktornya yang memberikan sisi terbaru dari film bertema superhero. Film ini mendapatkan rating 92% dari rottentomatoes.com dan 8,6 di IMDB. Dengan nilai yang didapatkan tersebut rasanya memang tidak salah bila film Logan ini menjadi film terbaik untuk akhir dari Wolverine. Buat yang penasaran seperti apa filmnya, cek dulu aja trailernya dibawah ini ya. Stay awesome, buzzfriend!

Comments

comments