Apa Faedahnya Gojek dan Traveloka Jadi Sponsor di Liga 1 Indonesia?

Ada yang menarik dari Liga 1 Indonesia tahun ini bagi saya karena tahun ini untuk pertama kalinya sponsor utama dari event olahraga terbesar di Indonesia ini adalah dua perusahaan startup unicorn asal Indonesia! Seperti yang kita tahu biasanya yang terlibat dalam kegiatan olahraga di sponsori oleh produsen rokok sampai ada jargon, “Tanpa rokok, olahraga Indonesia tidak ada,” tapi pada tahun 2017 ini perusahaan startup lah yang mengambil alih sebagai sponsor utama dari Liga 1 yang diberi nama Gojek Traveloka Liga 1 Indonesia ini.

Kemudian saya berpikir apa untungnya dua startup ini ikut-ikutan dalam event ini? Dilihat dari segi bisnis sangatlah jauh antara layanan gojek dengan sepakbola. Sama sekali tidak ada layanan gojek yang terintegrasi dengan kegiatan olah raga. Hal ini pun berlaku bagi Traveloka yang notabene layanan utamanya adalah untuk booking tiket dan hotel untuk traveling, rasanya sangat jauh dengan sepakbola.

Perusahaan Startup Atau Teknologi Sebelum Liga 1

Sebelum Gojek dan Traveloka ambil bagian menjadi sponsor utama dari Liga 1, sebenarnya ada perusahaan ecommerce yang ikut serta dalam kancah sepakbola Indonesia sebagai sponsor utama yaitu jd.id. Perusahaan ecommerce ini menjadi sponsor klub sepak bola Madura United dengan biaya sebesar Rp. 4 miliar.

 Jd,id sendiri menjadi ecommerce yang membantu penjualan jersey dan merchandise dari Madura United. Selain jd,id, Indosat Ooredo juga menjadi sponsor bagi beberapa klub yang berlaga di kasta tertinggi liga sepakbola Indonesia ini.

Liga 1

jd.id sponsor Madura United/ Sumber : jd.id

Apa Faedahnya Bagi Gojek dan Traveloka?

Jumlah uang yang dikeluarkan oleh dua startup unicorn inipun tidak sedikit, angkanya mencapai Rp. 180 miliar! Rasanya cukup untuk meningkatkan performa layanan dan pengembangan produk bagi kedua startup ini rasanya.

Let’s say, kedua startup ini akhirnya membuka layanan pembelian tiket melalui aplikasi yang mereka miliki, apakah para penonton Liga 1 Indonesia nantinya akan langsung menggunakan fitur tersebut? Sudah dikembangkan kah? Apakah mampu meredam ‘bisnis percaloan tiket’? Well, banyak sebenarnya yang bisa ditanyakan bila menjurus ke arah tersebut.

Tetapi bila bisa ditilik disini, keuntungan yang paling nyata adalah meningkatnya brand image dari kedua startup ini di Indonesia. Sepak bola di Indonesia merupakan sebuah hiburan alternatif yang sangat-sangat-sangat murah dan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat di Indonesia. Terutama untuk penonton kelas B kebawah, yang notabene merupakan grass root yang biasanya sangat loyal dan fanatik terhadap klub yang mereka favoritkan.

Liga 1

Bobotoh Persib Yang Selalu Memenuhi Stadion/ Sumber: bobotoh.web.id

Hampir setiap akhir pekan, stasiun televisi di Indonesia yang menjadi partner dengan Liga 1 akan menghadirkan pertandingan-pertandingan klub-klub besar di Indonesia dan ditonton di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali. Biaya sebesar 180 miliar untuk 6 pertandingan setiap akhir pekan selama 9 bulan adalah sebuah harga yang cukup masuk akal.

Dengan masuknya Gojek dan Traveloka ke Liga 1 akan membuat brand mereka semakin dikenal oleh para fans sepakbola Indonesia, terutama di masyarakat penontonnya tadi. Hal ini akan lebih mudah bagi mereka untuk melakukan penetrasi pasar kepada kalangan tersebut.

Untuk jenis layanan yang bisa dikembangkan pun sebenarnya masih bisa dilakukan lebih banyak selain dari pemesanan tiket pertandingan. Rasanya tidak akan sulit bagi Gojek dan Traveloka untuk mencari peluang keuntungan bisnis dengan market sepakbola yang sangat besar ini.

Pertanyaan selanjutnya, apakah Gojek Traveloka Liga 1 ini akan berjalan lancar dan tidak mendapatkan cobaan seperti Liga tahun sebelumnya? Kita berdoa saja semoga sepakbola Indonesia bisa kembali jaya dan menjadi juara kembali di ASEAN. Stay Awesome, buzzfriend!

PS : I heard there is some connection between this investor to that investor so this can be that and etc, but I don’t want to spread the gossip, though.

Comments

comments