Film Aquaman Jadi Film Terbaik Dari DCEU? [Review]

Harus kita akui, bahwa sosok Aquaman memang bukan tokoh superhero yang cukup populer dan memiliki banyak penggemar di Indonesia. Kenapa? Karena memang dia tidak terlalu banyak terekspos melalui media yang ada. Hal ini sangat berbeda dengan Batman atau Superman yang sudah memiliki film stand alone sejak tiga dekade yang lalu, sehingga tidak terlalu asing untuk wilayah Indonesia yang sebagian besar tahu melalui medium film. Latar belakang Aquaman yang hidup di kerajaan bawah laut Atlantis memang cukup sulit digambarkan menggunakan teknologi yang ada pada masa itu. Tentunya sangat berbeda dengan kota Gotham atau kota Metropolis yang lebih mudah dibuat set-nya di Hollywood sana.

Lalu, bagaimana dengan film stand alone pertama Aquaman ini sendiri? Banyak yang menyebut bahwa ini adalah film terbaik yang pernah DCEU buat selama ini dibandingkan dengan film-film pendahulunya, terutama film Justice League. Film ini merupakan film kedua yang menampilkan sosok Aquaman secara live setelah Justice League dan Jason Momoa kembali didaulat menjadi aktor yang memerankan tokoh ini.

Film Aquaman Lumayan Menghibur, Tapi…

Secara garis besar, film ini sebenarnya lumayan menghibur dibandingkan dengan film Justice League dari sisi cerita dan hmmm.. apa ya, yah pokoknya sedikit lebih baik. Hanya sedikit saja. Menonton film ini rasanya seperti menonton film keluarga Minggu pagi dimana sang protagonis pada akhirnya akan mendapatkan apa yang dia cari di awal petualangannya. Alur film yang maju dengan berbagai plot hole tidak membuat kamu merasa pusing. You just enjoy and forget it. That’s it. 

Film ini dipastikan tidak akan membuat kamu kecewa dan berkata, “Ah, gitu doang..” di akhir credit film. Walaupun sebenarnya tidak ada apapun yang sangat spesial di film ini selain visual effect untuk menggambarkan seperti apa keadaan Atlantis di bawah laut.

Penampilan dari Jason Momoa sebagai Aquaman memang patut diberi apresiasi karena bisa membawa warna tersendiri ketika memainkan karakter DC yang biasanya sangat kaku dan dingin. Aktingnya bersama Amber Heard sebagai Meera bisa membawa chemistry tersendiri sebagai pasangan superhero dari DC, hampir sama seperti Ant-Man and The Wasp milik Marvel Cinematic Universe. Satu hal yang cukup mengejutkan adalah kehadiran Nicole Kidman sebagai Atlanna, ibu dari Aquaman yang masih cukup menarik di usianya yang sudah menyentuh setengah abad.

What’s Next After This?

Sebagian besar penonton tentunya berharap akan muncul sekuel atau lanjutan film ini, tetapi entah apa yang akan dieksplor dalam film selanjutnya karena seluruh elemen dari Atlantis sebenarnya sudah tersaji di film ini. Beberapa musuh lama Aquaman mungkin bisa ditampilkan, tapi mengingat Seamaster dan Black Manta sudah muncul, tidak menutup kemungkinan kedua tokoh ini akan semakin di abuse untuk tampil dalam seri selanjutnya.

Harus kita akui juga penonton Indonesia memang tidak tahu terlalu banyak soal Aquaman dan sebagian besar dari kita mungkin akan menjawab “Bisa ngomong sama ikan,” ketika mendapati pertanyaan “Apa kekuatan terbesar dari Aquaman?”. Sehingga seandainya memang akan ada sekuel yang muncul tidak akan terlalu se-hip dari film pertamanya ini. Lalu, apakah kita bisa menyebut film ini sebagai film terbaik dari DCEU yang pernah ada saat ini? Silabuzz memberikan nilai 7 untuk film ini karena filmnya tidak terlalu berat dan cocok untuk hiburan ringan, selain dari visual efeknya yang cukup memukau. Tapi, dari segi plot dan sebagainya, film ini lebih cocok ditonton oleh anak-anak dan remaja, walau dengan begitu pesona dari Meera dan juga Atlanna sama sekali tidak akan mereka mengerti. Stay awesome, Buzzfriend!

Comments

comments