7 Film Kerajaan Dari Berbagai Negara Yang Wajib Ditonton

Film kerajaan atau bertema kolosal mungkin bukan sebuah hal yang baru di industri hiburan. Ada puluhan film yang sudah dirilis dan bisa kita nikmati yang berasal dari berbagai negara. 

Selain sebagai sarana hiburan, film kerajaan biasanya digunakan untuk media belajar sejarah yang pernah terjadi di tempat tersebut.

Nah, bila kalian sedang ingin belajar sejarah tetapi tetap ingin terhibur juga berikut ini adalah beberapa film kerajaan yang bisa kalian nikmati sekarang juga, gengs!

Film Kerajaan di India, Ashoka

Film yang satu ini bercerita mengenai perjalanan hidup raja Ashoka yang menguasai wilayah India pada masa 3 masehi. Dengan menggandeng Shah Rukh Khan yang berperan sebagai Ashoka dan Kareena Kapoor menjadi putri Kaurwaki.

 Film yang diproduksi pada tahun 2001 berhasil menjadi  salah satu box office di India pada tahun tersebut. Walaupun ini film Ashoka ini bertema kerajaan dan sarat sejarah, tapi kita masih dapat melihat nyanyian dan tarian ala film India. Kritikan lainnya yang muncul untuk film Ashoka adalah beberapa peristiwa yang dianggap berbeda dengan fakta yang ada.  

Anna and The King

Jika kalian ingin mencari film kerajaan yang lebih santai, Anna and the King bisa menjadi pilihan yang sangat baik. Film yang diproduksi tahun 1999 ini bercerita tentang Anna Leonowens yang mengunjungi kerajaan Siam di Thailand untuk mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak dari raja Mongkut. 

Dalam proses selanjutnya, Anna ternyata harus menolong raja Mongkut yang sedang mengalami kudeta dari tentara Burma yang menyerang kerajaannya yang dibantu oleh Inggris. Film ini dibintangi oleh Jodie Foster sebagai Anna, sedangkan Raja Mongkut diperankan oleh Chow Yun Fat. 

Sayangnya, film ini tidak terlalu mendapatkan respon yang cukup baik dari pasar. Dengan budget sebesar $92 juta, film ini hanya mampu meraup pendapatan sebesar $114 juta. Selain itu film ini rupanya dilarang untuk ditayangkan di Thailand karena penggambaran sejarah yang dianggap kurang sesuai oleh pihak pemerintah Thailand. 

Braveheart

Braveheart merupakan film kerajaan yang berlatar belakang di Skotlandia pada abad ke-13. Film ini menceritakan tentang seorang pejuang asal Skotlandia bernama William Wallace.

William, yang diperankan oleh Mel Gibson, berjuang untuk membebaskan Skotlandia dari penyerangan kerajaan Inggris dibawah kekuasaan Raja Edwards. Selain menjadi aktor utama, Mel Gibson juga menjadi produser dari film Braveheart ini. 

Film ini dinilai sukses secara finansial dan menjadi dengan meraup penghasilan sebesar $210 juta. Selain itu film ini juga menerima penghargaan dalam ajang Academy Awards untuk kategori Best Director. Buat kalian yang senang dengan film bertema kerajaan di Eropa, tentunya film ini tentunya sangat wajib kalian tonton.  

Troy

Film Troy merupakan film adaptasi yang diambil dari naskah puisi Iliad karya Homer, seorang penulis di era Yunani kuno. Naskah tersebut bercerita tentang peristiwa perang Trojan yang terjadi di kerajaan Yunani kuno antara kerajaan Myrmidon dengan kerajaan Troya.

Cerita kemudian berfokus kepada Achilles, panglima perang Myrmidon untuk untuk menaklukan kerajaan Troya di bawah perintah raja Agamemnon. Drama percintaan, politik dan juga peperangan kolosal tersaji secara apik dan detail dalam film ini. 

Hal ini tentunya sangat wajar mengingat budget film ini mencapai $185 juta dan meraup penghasilan sebesar $485 juta. Dengan pendapatan tersebut, film ini menjadi film paling laris peringkat kedelapan di tahun 2004. Selain itu, Jika kamu adalah penggemar Brad Pitt, maka kamu wajib untuk menonton film yang satu ini, gengs!

Gladiator

Gladiator mengambil cerita dengan latar belakang kerajaan Romawi kuno di era Aurelius Commodus. Di masa ini para budak dijadikan petarung Gladiator untuk melawan hewan buas atau petarung lainnya. 

Maximus Decimus Meridius, seorang panglima perang yang dikhianati oleh Commodus, harus hidup menjadi budak dan akhirnya seorang gladiator. Kemampuannya untuk bertarung menjadikannya sebagai seorang gladiator terbaik dan akhirnya bisa membalas dendam kepada Commodus. 

Pertarungan yang epic dengan intrik politik dan percintaan menjadikan film kerajaan ini mendapatkan penghargaan Academy Awards tahun 2001 untuk kategori Best Director. Selain itu penampilan Russel Crowe dan Joaquin Phoenix mendapatkan respon yang positif sebagai Maximus dan Commodus.  

The Last Samurai 

Film Last Samurai berlatar belakang di kerajaan Jepang era Restorasi Meiji pada awal abad 19. Berkisah mengenai Kapten Nathan Algren, seorang perwira dari tentara Amerika, yang ditugaskan untuk melawan pemberontakan para samurai yang menolak modernisasi di Jepang. 

Tetapi, pada akhirnya dia berubah haluan karena rasa simpati kepada para samurai tersebut. Akhirnya dia  berpindah kubu dan bergabung dengan para samurai tersebut untuk menentang proses modernisasi yang terjadi pada masa tersebut. 

The Last Samurai banyak mendapatkan pujian dari para kritikus film dari segi penceritaan, script dan juga akting para pemainnya. Film ini juga menjadi salah satu film yang paling laris di tahun 2003 dengan pendapatan $456 juta. 

Masquerade 

Film kerajaan Korea ini menceritakan tentang Raja Gwanghee dari Dinasti Josoen yang menghadapi banyak ancaman pembunuhan. Untuk menghindari hal tersebut, dia menyewa seorang penghibur bernama Ha-sun untuk menggantikannya jika dia harus keluar istana.

Penampilan Ha-sun yang lebih humanis, rupanya menimbulkan banyak simpati dari rakyat dibandingkan raja yang asli. Sehingga berakibat munculnya kecurigaan dan ancaman lebih besar terhadap kekuasaan Raja Gwanghee.

Film ini mendapatkan respon yang sangat baik dengan mendapatkan total pemasukan sebesar $94 juta dan mendapatkan banyak penghargaan. Selain itu, Lee Byung hun juga mendapatkan penghargaan Grand Bell Awards tahun 2012 untuk kategori aktor terbaik atas penampilannya di film Masquerade. 

Itulah tujuh film kerajaan terbaik dari berbagai negara yang bisa kamu tonton untuk belajar sejarah dan mengisi waktu selama berada di rumah. Nah, kira-kira film kerajaan mana yang jadi favorit kamu nih, gengs?  

*)Btw, this is my article that been rejected by jalantikus for the 3rd times!

Review Film Glass (2019), Bukan Film Superhero Yang Kita Inginkan!

Sutradara M. Night Shyamalan memang dikenal sebagai seorang sutradara yang menyisipkan plot twist di akhir cerita filmnya. Setelah kegagalan beruntun dalam film-filmnya selepas menjadi sutradara film The Last Airbender (2010), dia kembali mendapatkan pengakuan atas karyanya di film Split (2016). Kesuksesan film Split tersebut dia kembali lanjutkan di film Glass yang dirilis pada awal tahun 2019 kemarin.

Film Glass ini merupakan lanjutan dari dua film bertema superhero yang sudah M. Night Shyamalan arahkan yaitu Unbreakable (2000) dan Split (2019). Film Glass merupakan film penutup dari trilogi Unbreakable yang diselesaikan dalam waktu 19 tahun! Makanya tidak heran bagi yang tidak menonton dua film awal tersebut akan merasa sangat kebingungan dengan plot cerita yang ada film Glass. Tetapi bagi fans lama, tentunya film Glass ini adalah film pamungkas yang sangat ditunggu karena efek nostalgia dengan tokoh-tokoh di film Unbreakable seperti David Dunn dan juga Elijah Price alias Mr. Glass.

Plot Film Glass (2019)

Cerita awal film ini melanjutkan kisah dari film Split, dimana kepribadian lain dari Kevin Wendell Crumb yang berhasil lolos kembali melakukan penculikan wanita-wanita muda untuk dipersembahkan kepada The Beast. David Dunn yang sekarang dikenal sebagai The Overseers, berusaha mencari Kevin untuk mencegah munculnya lebih banyak korban.

Pencarian David akhirnya berhasil menemukan sarang dari Kevin dan berhasil melepaskan para sandera yang diculik oleh Kevin. Sayangnya, kedua tokoh ini akhirnya harus berakhir di sebuah institusi mental untuk diyakinkan bahwa mereka bukan manusia super agar bisa dibebaskan dari tuntuntan penjara. Di tempat ini rupanya Mr. Glass sudah menjalani perawatan lebih dahulu dan selanjutnya dia mulai menyusun rencana kabur bersama Kevin.

Rencana rapi yang sudah dibuat oleh Mr. Glass berhasil membuatnya lolos bersama Kevin, tetapi rupanya David tidak tinggal diam hingga akhirnya diapun berhasil kabur dari selnya. Pertarungan antara keduanya tidak terlelakan lagi, tetapi rupanya ada rencana yang lebih besar lagi yang disusun oleh Dr Ellie Staple yang membuat para manusia super ini akhirnya kembali tidak dikenal.

Thriller Ala Superhero

Secara penceritaan, film ini tidak jauh berbeda dengan film thriller lainnya ala M Night Shyamalan. Chemistry antar karakter yang ada di film ini benar-benar hidup satu sama lain dan saling mengisi. Kekurangan dari film ini memang hanya satu hal yaitu akhir ceritanya yang tentunya sangat tidak diinginkan oleh setiap fans cerita superhero. Bagi para fans yang sudah menunggu film ini cukup lama tentu akan merasa sangat kecewa dengan ending yang diberikan oleh sang Sutradara. You know, Shyamalan plot twist things…

Secara garis besar kita harus memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada James McAvoy yang kembali memerankan tokoh Kevin Wendell Crumb dengan 24 kepribadiannya dengan sangat apik. Penampilan Samuel L Jackson sebagai Mr Glass juga cukup membuat kita merinding dan tegang dengan segala muslihat yang dilakukannya di sepanjang film ini. Secara visual, film ini sama sekali tidak ada masalah, tetapi secara plot memang cukup mengecewakan terutama bagi para fans lama dari tilogi film ini.

Tetapi, bila memang kamu adalah fans film superhero yang satu ini, kamu sama sekali tidak punya pilihan lain selain menikmati film ini secara utuh. Bagi yang belum tahu bagaimana film ini, silahkan cek trailer di bawah ini dan sangat disarankan untuk menonton film Unbreakable (2000) dan juga Split (2016) sebelum menonton film Glass ini. Selamat menonton, buzzfriend!

 

Film Aquaman Adalah Film Terbaik Dari DCEU?

Harus kita akui, bahwa sosok Aquaman memang bukan tokoh superhero yang cukup populer dan memiliki banyak penggemar di Indonesia. Kenapa? Karena memang dia tidak terlalu banyak terekspos melalui media yang ada. Hal ini sangat berbeda dengan Batman atau Superman yang sudah memiliki film stand alone sejak tiga dekade yang lalu, sehingga tidak terlalu asing untuk wilayah Indonesia yang sebagian besar tahu melalui medium film. Latar belakang Aquaman yang hidup di kerajaan bawah laut Atlantis memang cukup sulit digambarkan menggunakan teknologi yang ada pada masa itu. Tentunya sangat berbeda dengan kota Gotham atau kota Metropolis yang lebih mudah dibuat set-nya di Hollywood sana.

Lalu, bagaimana dengan film stand alone pertama Aquaman ini sendiri? Banyak yang menyebut bahwa ini adalah film terbaik yang pernah DCEU buat selama ini dibandingkan dengan film-film pendahulunya, terutama film Justice League. Film ini merupakan film kedua yang menampilkan sosok Aquaman secara live setelah Justice League dan Jason Momoa kembali didaulat menjadi aktor yang memerankan tokoh ini.

Film Aquaman Lumayan Menghibur, Tapi…

Secara garis besar, film ini sebenarnya lumayan menghibur dibandingkan dengan film Justice League dari sisi cerita dan hmmm.. apa ya, yah pokoknya sedikit lebih baik. Hanya sedikit saja. Menonton film ini rasanya seperti menonton film keluarga Minggu pagi dimana sang protagonis pada akhirnya akan mendapatkan apa yang dia cari di awal petualangannya. Alur film yang maju dengan berbagai plot hole tidak membuat kamu merasa pusing. You just enjoy and forget it. That’s it. 

Film ini dipastikan tidak akan membuat kamu kecewa dan berkata, “Ah, gitu doang..” di akhir credit film. Walaupun sebenarnya tidak ada apapun yang sangat spesial di film ini selain visual effect untuk menggambarkan seperti apa keadaan Atlantis di bawah laut.

Penampilan dari Jason Momoa sebagai Aquaman memang patut diberi apresiasi karena bisa membawa warna tersendiri ketika memainkan karakter DC yang biasanya sangat kaku dan dingin. Aktingnya bersama Amber Heard sebagai Meera bisa membawa chemistry tersendiri sebagai pasangan superhero dari DC, hampir sama seperti Ant-Man and The Wasp milik Marvel Cinematic Universe. Satu hal yang cukup mengejutkan adalah kehadiran Nicole Kidman sebagai Atlanna, ibu dari Aquaman yang masih cukup menarik di usianya yang sudah menyentuh setengah abad.

What’s Next After This?

Sebagian besar penonton tentunya berharap akan muncul sekuel atau lanjutan film ini, tetapi entah apa yang akan dieksplor dalam film selanjutnya karena seluruh elemen dari Atlantis sebenarnya sudah tersaji di film ini. Beberapa musuh lama Aquaman mungkin bisa ditampilkan, tapi mengingat Seamaster dan Black Manta sudah muncul, tidak menutup kemungkinan kedua tokoh ini akan semakin di abuse untuk tampil dalam seri selanjutnya.

Harus kita akui juga penonton Indonesia memang tidak tahu terlalu banyak soal Aquaman dan sebagian besar dari kita mungkin akan menjawab “Bisa ngomong sama ikan,” ketika mendapati pertanyaan “Apa kekuatan terbesar dari Aquaman?”. Sehingga seandainya memang akan ada sekuel yang muncul tidak akan terlalu se-hip dari film pertamanya ini. Lalu, apakah kita bisa menyebut film ini sebagai film terbaik dari DCEU yang pernah ada saat ini? Silabuzz memberikan nilai 7 untuk film ini karena filmnya tidak terlalu berat dan cocok untuk hiburan ringan, selain dari visual efeknya yang cukup memukau. Tapi, dari segi plot dan sebagainya, film ini lebih cocok ditonton oleh anak-anak dan remaja, walau dengan begitu pesona dari Meera dan juga Atlanna sama sekali tidak akan mereka mengerti. Stay awesome, Buzzfriend!

Film Marvel Cinematic Universe Terbaik Sebelum Avengers : Infinity Wars

Selama satu dekade terakhir, Marvel Cinematic Universe telah merilis belasan film superhero dari Marvel dengan pendapatan hingga ratusan juta dollar. Dimulai dengan merilis film superhero medioker Iron Man, Marvel Cinematic Universe akhirnya membuktikan bahwa merekalah yang lebih mengerti bagaimana cara membuat superhero Marvel terlihat lebih baik dibandingkan rumah produksi lainnya.

Di tahun 2018 ini, MCU akan merilis film crossover terbesar mereka dengan menghadirkan berbagai superhero Marvel yang sudah hadir di layar perak selama 10 tahun terakhir ini. Proyek film Avenger : Infinity Wars ini bisa dibilang merupakan proyek yang sangat ambisius bagi MCU.

Nah, sebelum kalian menonton film tersebut di akhir April 2018 nanti, berikut ini merupakan lima film Marvel Cinematic Universe terbaik yang harus kalian tonton sebelum Avengers: Infinity Wars.

Guardians of The Galaxy (2014)

Guardians of the Galaxy bisa dibilang merupakan pilihan superhero yang cukup meragukan untuk memiliki sebuah film sendiri bagi para fans. Hal in cukupwajar mengingat Guardian of The Galaxy bukan merupakan kelompok superhero yang cukup terkenal untuk kalangan umum.

Tetapi rupanya keraguan ini berhasil disingkirkan oleh kemampuan James Gunn sebagai sutradara untuk menghadirkan sebuah film yang benar-benar menghibur. Kalian bisa mendapatkan komedi, aksi dan juga persahabatan yang sangat kuat di film ini.

Menonton Guardian of the Galaxy seperti menonton Star Wars ketika pertama kali dirilis. Sebuah film opera ruang angkasa yang penuh petualangan!

Iron Man (2008)

Harus kita akui, tidak akan ada Marvel Cinematic Universe bila tidak ada film Iron Man. Semua hal yang ada di film Iron Man merupakan sebuah komposisi yang tepat. Dari segi penceritaan, grafis dan juga teknologi yang digunakan oleh film ini benar-benar sangat sempurna.

Tetapi, kemampuan akting Robert Downey, Jr sebagai Tony Stark hingga saat ini benar-benar tidak tergantikan sama sekali dalam seri film Iron Man dan juga MCU yang dirilis selanjutnya.

Avengers (2012)

Film Avengers pertama ini bisa dibilang merupakan mimpi terbesar para Marvel fanboy yang bisa terwujud. Rasanya sangat sulit untuk mendeskripsikan bagaimana seorang fans berat dari Marvel meilhat Iron Man, Hulk, Captain Amerika, Thor, dan Hawkeye berada dalam satu frame.

Terima kasih kepada teknologi CGI sehingga Hulk dan kawan-kawannya benar-benar terlihat sangat benar-benar nyata.

Captain America : Civil Wars (2015)

Film stand alone Captain America ini bisa dibilang merupakan versi mini dari Avengers : Infinity Wars. Diambil dari cerita rangkaian Civil War Marvel, perseteruan Captain America dan Iron Man menjadi penutup keberadaan Avengers generasi pertama.

Salah satu hal yang cukup spesial dari film ini adalah munculnya Spider-Man di dalam tim Iron Man seperti di dalam cerita komik Civil War. Hal ini sebenarnya agak disanksikan mengingat hak cipta Spider-Man berada di tangan Sony Pictures, tetapi rasanya tidak ada yang tidak mungkin bagi MCU sekarang ini.

Thor : Ragnarok (2017)

Kisah dewa petir asal Asgard ini memang lebih banyak berbicara mengenai mitologi dan dunia dewa-dewa bangsa Nordik. Bahkan bisa dibilang dua film Thor sebelum Ragnarok cukupembosanan dan tidak terlalu bayak menghibur.

Tetapi hal ini rupanya tidak berlaku untuk film Thor:Ragnarok karena di film ini kita bisa mendapatkan unsur komedi dan juga aksi yang tidak pernah kita dapatkan dari dua film sebelumnya. Credit untuk sutradara Taitaka Waititi yang berhasil memberikan sentuhan baru dalam film stand alone Thor terakhir ini.

Nah, apakah kalian setuju dengan daftar lima film Marvel Cinematic Universe terbaik versi silabuzz ini? Kalian juga bisa share list film MCU terbaik versi kalian di kolom komentar ya.

 

Mengenal Budaya Wakanda Melalui Film Black Panther

Film Black Panther baru saja dirilis di bulan February 2018 dan menjadi film box office dengan pendapatan diatas setengah miliar dolar. Sekali lagi, Marvel Cinematic Universe berhasil membuat sebuah film yang berhasil mencatat berbagai rekor yang cukup mengagumkan.

Berbagai respon positif diterima oleh film yang menjadi pembuka rangkaian film dari MCU di tahun 2018. Bagaimana sebenarnya film ini bisa menjadi salah satu film yang sukses secara komersial dan penceritaan ini?

Plot Film Black Panther

Dengan setting cerita setelah Captain America : Civil Wars, T’Challa kembali ke negaranya untuk menjalani ritual pengangkatan dirinya menjadi raja. Selesai dengan seluruh prosesi tersebut, T’Challa mendapatkan informasi bahwa Ullyses Klaue akan ada di Seoul, Korea Selatan untuk menjual vibranium di pasar gelap.

Berambisi untuk menangkap Klaue, T’Chall berangkat ke Seoul bersama Takia dan Okoye. Di sana dia juga bertemu dengan teman yang dia temui dalam event Civil Wars, Everett Ross. Setelah melalui aksi kejar-kejaran yang sangat seru, Klaue berhasil ditangkap dan siap dibawa ke Wakanda.

Sayangnya, dia berhasil lolos setelah Erik Killmonger berhasil membobol markas CIA di Seoul dan membawa kabur Klaue untuk akhirnya dibunuh. Killmonger yang ternyata merupakan sepupu dari T’Challa yang selama ini disembunyikan. Killmonger sendiri akhirnya menantang T’Challa sebagai raja dari Wakanda.

Nah, apakah Killmonger berhasil mewujudkan ambisinya untuk merestorasi dunia atau T’Challa tetap menjadi raja sah dari Wakanda? Nonton aja filmnya, mumpung masih ada di bioskop!

Cast Black Panther

film black panther

Beberapa pemain di dalam film ini memang tidak terlalu asing, seperti Chadwick Boseman yang kembali memerankan T’Challa/Black Panther. Martin Freeman sebagai Everett Ross yang hadir dalam film Captain America : Civil Wars. Penyelundup ulung dan buronan Wakanda, Ullyses Klaue, kembali diperankan oleh Andy Serkins yang pernah muncul dalam cerita Avengers : Age of Ultron.

Michael B Jordan berperan sebagai anatgonis Erik Killmonger, yang berusaha menuntut balas kepada Wakanda. Pemeran pendukung lainnya yang hadir diantaranya Lupita Nyong’o sebagai Nakia, Daniel Kaluya sebagai W’Kabi, Letitta Wright sebagai Shuri, Winston Duke sebagai M’Baku dan Forest Whitaker sebagai Zuri.

Dengan cast yang menjanjikan ini, film Black Panther memang menyuguhkan penampilan para aktor yang apik dan membuat kita percaya bahwa Wakanda merupakan sebuah negara asli dengan budaya yang sangat kental.

Kesimpulan

Film Black Panther merupakan salah satu film MCU yang cukup menjadi kejutan dalm dunia film di tahun 2018. Kenapa? Karena film ini cukup berbeda dibandingkan dengan film-film MCU lainnya. Mulai dari latar belakang karakter, cerita dan juga setting tempat, membuat film ini memberikan pengalaman baru bagi penonton film MCU.

Tidak heran film ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dari para kritikus film. Selain itu, akting dari Michael B. Jordan sebagai Killmonger juga mendapatkan pujian karena kemampuannya untuk menghadirkan karakter antagonis yang bahkan dihormati oleh tokoh protagonis di film ini.

Secara keseluruhan, film ini bisa ditonton oleh siapa saja, baik itu fans MCU ataupun bukan. Jalan cerita yang  tidak terlalu kompleks dengan banyak adegan aksi membuat film ini cukup menghibur. Jadi, kalau kalian belum nonton film ini cepat-cepat ke bioskop sebelum terlambat ya, buzzfriend!