#MoneySmartMenginspirasi Kiat Untuk Mulai Cari Kerja Sampingan

Kebutuhan manusia yang tidak pernah ada habisnya memang menuntut kita untuk terus mencari sumber pemasukan baru untuk memenuhinya. Nah, situs moneysmart.id melalui #MoneySmartMenginspirasi rupanya memiliki rekomendasi apa saja yang bisa kita lakukan menambah keuangan kita.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mencari pekerjaan sampingan yang bisa dilakukan dari rumah ataupun kantor. Untuk memulai kerja sampingan ini memang tidak mudah dan harus menyesuaikan dengan kemampuan yang kita miliki. Yuk, kita bahas bagaimana cara untuk memulai pekerjaan sampingan ala silabuzz!

Cek Kemampuan Diri

Sebelum mulai mencari pekerjaan sampingan, sebaiknya kamu melihat kemampuan dan waktu luang yang kamu miliki. Karena walaupun sifatnya hanya sampingan, kamu harus tetap maksimal dalam melakukan pekerjaan ini sehingga mampu menghasilkan uang dari waktu yang sudah kamu korbankan untuk pekerjaan sampingan ini.

Tetapi di satu sisi, jangan sampai pekerjaan ini menyita waktu dan konsentrasi lebih banyak untuk kegiatan utama yang  kamu miliki. Oleh karena itu, periksa lagi waktu luang dan juga tenaga yang kira-kira masih sempat kamu sisakan untuk melakukan pekerjaan sampingan ini.

Cek Rekomendasi Kerja Sampingan di #MoneySmartMenginspirasi

Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah mencari pekerjaan sampingan yang sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki tadi. Ada berbagai macam pekerjaan sampingan yang bisa kamu lakukan di mana saja dan kapan saja sesuai dengan kemauan kamu.

#MoneySmartMenginspirasi memberikan beberapa rekomendasi pekerjaan sampingan yang bisa dilakukan di rumah. Ada beberapa jenis pekerjaan sampingan yang bisa kamu lakukan di sana. Nah, sekarang tinggal bagaimana kamu menentukan pilihan tersebut untuk dapat dilakukan nantinya. Kalau boleh cari yang waktunya sebentar tapi bayarannya besar  ya, buzzfriend!

Mulai Dari Kecil

Setelah kamu memutuskan untuk memilih sebuah pekerjaan sampingan maka langkah selanjutnya adalah muljai bekerja. Tidak usah terlalu pusing dengan target pendapatan ini itu terlebih dahulu ketika memulai pekerjaan sampingan yang kamu pilih.

Fokuslah untuk memulai terlebih dahulu daripada mementingkan target pendapatan dan biasanya nilai pekerjaannya memang tidak besar. Jangan ragu atau takut mengambil proyek-proyek dengan nilai kecil tersebut,  karena pada saat awal memulai kamu akan lebih membutuhkan banyak portofolio agar bisa lebih dikenal oleh pasar.

Gabung Dengan Komunitas

Jika kamu memiliki pekerjaan sampingan, tidak ada salahnya untuk mulai bergabung dengan komunitas-komunitas pekerja sampingan yang ada di kota kamu. Dengan bergabung dengan sebuah komunitas, kamu akan lebih mudah untuk mendapatkan berbagai update mengenai pekerjaan yang kailan geluti dan juga proyek yang bisa kamu kerjakan bersama.

Tentunya ini akan menjadi sebuah hal yang positif karena akan menambah pertemanan dan juga pengetahuan yang kamu miliki lebih cepat. Biasanya kamu bisa mencari komunitas macam ini melalui grup-grup yang ada di sosial media. Jadi, mulailah mencari dari sekarang ya!

Jangan Menyerah!

Sudah cari peluang kerja sampingan, sudah memulai kerja, sudah ikut komunitas, tapi masih belum menghasilkan nih! Tenang, jangan putus asa dan jangan menyerah! Proses untuk mendapatkan hasil yang sesuai keinginan memang tidak mudah.

Teruslah berusaha dengan memperbanyak skill dan juga koneksi dalam bidang pekerjaan sampingan yang kamu miliki. Seiring dengan  perjalanan waktu, tentunya hasil pekerjaan sampingan yang kamu jalani akan berkembang. Jadi, sabar saja ya!

Ok, buzzfriend, itulah beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk memulai pekerjaan sampingan untuk menambah keuangan yang kamu miliki. Ingat, tetap konsisten dan jangan menyerah untuk melakukan pekerjaan seperti ini. See you next time, buzzfriend!

Judul Clickbait Media Online di Indonesia. Jangan di Baca!

Traffic pembaca yang tinggi menjadi sebuah indikator baiknya sebuah situs. Semakin tinggi angka traffic pembaca, semakin tinggi nilai website tersebu.

Clickbait merupakan salah satu cara yang sering dilakukan oleh para pemilik website atau content writer untuk menarik perhatian pembaca. Terkadang yang menjadi masalah adalah judul dengan isi berita yang sama sekali tidak ada kualitasnya atau tidak ada faedahnya sama sekali.

Berikut ini adalah beberapa judul clickbait yang sering kita lihat di berbagai media online di Indonesia.

Judulnya Pakai Kata Gagal Paham

clickbait

Berita ini biasanya berisi berita yang berada di luar kebiasaan publik. Biasanya sih isinya tidak terlalu penting untuk diperhatikan dan kebanyakan beritanya bersifat pengulangan atau daur ulang.

Sebenarnya makna gagal paham ini juga tidak jelas apakah penulisyang gagal paham atas apa yang ditulisnya atau pembacanya yang gagal paham memahami tulisan dari sang penulis?

Menggunakan Kata Bikin Ngakak

bikin ngakak

Artikel yang menggunakan kata bikin ngakak, maksud awalnya utuk menunjukkan artikel tersebut merupakan artikel yang bersifat lucu. Saking lucunya harus dibubuhi kata Ngakak, yang mana pada akhirnya kita mengetahui bahwa artikel tersebut memang tidak terlalu lucu.

Awalnya hanya bla bla bla Kemudian…

awalanya

Artikel semacam ini biasanya berusaha menunjukkan sebuah kronologis dari berita yang ada di artikel tersebut. Penggunaan judul tersebut biasanya cukup memancing rasa tahu dari pembaca dan akhirnya akan membuka laman tersebut. Tapi sayangnya, berita macam ini biasanya sangat sampah karena isi berita dan judul diawal sangat tidak berhubungan sama sekali. Totally clickbait!

Itulah beberapa judul clickbait yang sering kita lihat di media online di Indonesia yang sering kita lihat. Sebenarnya sagat disayangkan bila media online lebih mementingkan traffic daripada konten yang sebenarnya kurang bagus dan mermanfaat bagi para pembacanya.

Karena pada dasarnya sebuah website akan memiliki banyak pembaca bila memang wesite tersebut bisa relevan dengan apa yang pembaca cari. Tidak perlu melebih-lebihkan suatu haldan membuat berita yang sifatnya tidak nyata alias bohong.

Well, keep informed buzzfriend!

Apa Faedahnya Gojek dan Traveloka Jadi Sponsor di Liga 1 Indonesia?

Ada yang menarik dari Liga 1 Indonesia tahun ini bagi saya karena tahun ini untuk pertama kalinya sponsor utama dari event olahraga terbesar di Indonesia ini adalah dua perusahaan startup unicorn asal Indonesia! Seperti yang kita tahu biasanya yang terlibat dalam kegiatan olahraga di sponsori oleh produsen rokok sampai ada jargon, “Tanpa rokok, olahraga Indonesia tidak ada,” tapi pada tahun 2017 ini perusahaan startup lah yang mengambil alih sebagai sponsor utama dari Liga 1 yang diberi nama Gojek Traveloka Liga 1 Indonesia ini.

Kemudian saya berpikir apa untungnya dua startup ini ikut-ikutan dalam event ini? Dilihat dari segi bisnis sangatlah jauh antara layanan gojek dengan sepakbola. Sama sekali tidak ada layanan gojek yang terintegrasi dengan kegiatan olah raga. Hal ini pun berlaku bagi Traveloka yang notabene layanan utamanya adalah untuk booking tiket dan hotel untuk traveling, rasanya sangat jauh dengan sepakbola.

Perusahaan Startup Atau Teknologi Sebelum Liga 1

Sebelum Gojek dan Traveloka ambil bagian menjadi sponsor utama dari Liga 1, sebenarnya ada perusahaan ecommerce yang ikut serta dalam kancah sepakbola Indonesia sebagai sponsor utama yaitu jd.id. Perusahaan ecommerce ini menjadi sponsor klub sepak bola Madura United dengan biaya sebesar Rp. 4 miliar.

 Jd,id sendiri menjadi ecommerce yang membantu penjualan jersey dan merchandise dari Madura United. Selain jd,id, Indosat Ooredo juga menjadi sponsor bagi beberapa klub yang berlaga di kasta tertinggi liga sepakbola Indonesia ini.

Liga 1

jd.id sponsor Madura United/ Sumber : jd.id

Apa Faedahnya Bagi Gojek dan Traveloka?

Jumlah uang yang dikeluarkan oleh dua startup unicorn inipun tidak sedikit, angkanya mencapai Rp. 180 miliar! Rasanya cukup untuk meningkatkan performa layanan dan pengembangan produk bagi kedua startup ini rasanya.

Let’s say, kedua startup ini akhirnya membuka layanan pembelian tiket melalui aplikasi yang mereka miliki, apakah para penonton Liga 1 Indonesia nantinya akan langsung menggunakan fitur tersebut? Sudah dikembangkan kah? Apakah mampu meredam ‘bisnis percaloan tiket’? Well, banyak sebenarnya yang bisa ditanyakan bila menjurus ke arah tersebut.

Tetapi bila bisa ditilik disini, keuntungan yang paling nyata adalah meningkatnya brand image dari kedua startup ini di Indonesia. Sepak bola di Indonesia merupakan sebuah hiburan alternatif yang sangat-sangat-sangat murah dan dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat di Indonesia. Terutama untuk penonton kelas B kebawah, yang notabene merupakan grass root yang biasanya sangat loyal dan fanatik terhadap klub yang mereka favoritkan.

Liga 1

Bobotoh Persib Yang Selalu Memenuhi Stadion/ Sumber: bobotoh.web.id

Hampir setiap akhir pekan, stasiun televisi di Indonesia yang menjadi partner dengan Liga 1 akan menghadirkan pertandingan-pertandingan klub-klub besar di Indonesia dan ditonton di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali. Biaya sebesar 180 miliar untuk 6 pertandingan setiap akhir pekan selama 9 bulan adalah sebuah harga yang cukup masuk akal.

Dengan masuknya Gojek dan Traveloka ke Liga 1 akan membuat brand mereka semakin dikenal oleh para fans sepakbola Indonesia, terutama di masyarakat penontonnya tadi. Hal ini akan lebih mudah bagi mereka untuk melakukan penetrasi pasar kepada kalangan tersebut.

Untuk jenis layanan yang bisa dikembangkan pun sebenarnya masih bisa dilakukan lebih banyak selain dari pemesanan tiket pertandingan. Rasanya tidak akan sulit bagi Gojek dan Traveloka untuk mencari peluang keuntungan bisnis dengan market sepakbola yang sangat besar ini.

Pertanyaan selanjutnya, apakah Gojek Traveloka Liga 1 ini akan berjalan lancar dan tidak mendapatkan cobaan seperti Liga tahun sebelumnya? Kita berdoa saja semoga sepakbola Indonesia bisa kembali jaya dan menjadi juara kembali di ASEAN. Stay Awesome, buzzfriend!

PS : I heard there is some connection between this investor to that investor so this can be that and etc, but I don’t want to spread the gossip, though.

Bagaimana Nasib Startup Teknologi Sebagai Bagian Dari Ekonomi Digital Indonesia?

Jika berbicara tentang startup teknologi di Indonesia, tentunya kita ingat startup Teknologi di Indonesia sempat mengalami masa-masa booming di periode tahun 2013 -2014. Startup-startup lokal asal Indonesia mulai dikenal oleh masyarakat secara luas, walaupun belum mendapat tempat secara signifikan. Sebut saja beberapa sstartup besar seperti Go-jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka yang menjadi perusahaan startup yang mendapat funding yang cukup besar dari berbagai venture company baik dari luar negeri ataupun dalam negeri dan akhirnya banyak mendapat pengguna di masa itu.

Tetapi pada masa-masa selanjutnya, startup di Indonesia seolah-olah mati langkah dan mulai berguguran satu per satu. Bahkan tahun 2015-2016, banyak startup yang kemudian harus menutup layanan mereka karena tidak mendapatkan pengguna yang signifikan sementara pendanaan sudah habis.

startup teknologi

Daftar startup yang tutup tahun 2015-2016. Sumber : katadata.co.id

Infografik diatas tentu saja angkanya lebih sedikit dibandingkan dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi di lapangan. Bahkan data statistik pada masa tersebut menunjukkan sebenarnya pada masa tersebut investasi untuk startup Indonesia sebenarnya malah meningkat.

Lalu apa sebenarnya yang terjadi?

Ada beberapa faktor yang mungkin terjadi di sini sehingga banyak startup yang akhirnya harus tutup. Beberapa faktor yang mungkin terjadi yaitu :

Pendanaan yang tidak merata

Memang benar pendanaan pada masa tersebut sangat naik, tetapi tidak semua startup mendapatan kesemapatan untuk merasakan kucuran dana tersebut. Startup-startup yang tutup tersebut biasanya berada pada masa seed funding dan tidak mendapatkan series pendanaan selanjutnya.

Hal ini sangat mungkin terjadi karena investor tentu akan lebih memilih startup yang mampu mengembalikan modal mereka lebih cepat. Berinvestasi kepada startup yang belum memiliki model bisnis dan pangsa pasar yang belum jelas merupaka sebuah perjudian bagi investor dan yang pasti mereka tidak ingin rugi.

Kemungkinan pendaan tersebut jatuh kepada startup yang sudah memiliki brand dan pengguna besar, atau ke startup yang lebih baru dengan produk yang lebih baik.

Tidak Ada model Bisnis Yang Jelas

Ini kemungkinan kedua yang bisa terjadi kepada startup teknologi di Indonesia karena tidak sedikit startup yang hanya mampu membuat produk, layanan atau aplikasi tapi mereka sendiri bingung bagaimana cara menentukan monetasi untuk produk yang mereka hasilkan tersebut.

Bisa saja produk tersebut sangat keren dan memudahkan penggunanya, tetapi yang menjadi pertanyaan apakah akan ada pasar yang bersedia untuk membayar produk tersebut? Jika ya, seberapa besar? Apakah sudah ada produk sejenis? Bagaimana tingkat kompetisinya?  Serta berbagai macam hal lainnya yang mungkin tidak mereka sadari pada saat awal mendirikan startup tersebut.

Masalah Internal

Masalah internal dari founder biasnaya merupakan salah satu penyebab bubarnya sebuah startup. Selain masalah internal, hubungan startup dengan investor kadang menjadi sebuah duri dalam daging. Tabrakan antar kepentingan memang tidak bisa dihindari dan terkadang menutup layanan adalah jalan yang terbaik.

Tidak Ada Pengguna

Inilah yang menjadi salah satu bencana utama bagi para founder startup di Indonesia. Secara model bisnis sudah bagus, hubungan dengan investor baik, uang masih cukup untuk dibakar, produk sudah keren tetapi tidak pengguna yang tertarik untuk menggunakan layanan atau aplikasi yang mereka ciptakan.

Akhirnya bakar uang dengan promosi berbagai cara, tetapi tetap saja pengguna tidak tumbuh secara signifikan. Well, hal ini mungkin terjadi karena layanan atau produk tersebut memang tidak bermanfaat bagi penggunanya. Secara bahasa sekarang, tidak ada faedahnya.

Harus disadari bahwa minat seseorang mengadopsi atau menggunakan sebuah teknologi menurut Technology  Adoption Model dipengaruhi karena dua hal utama yaitu manfaat yang dirasakan dan kemudahan dalam penggunaannya. Bila kedua faktor tersebut sudah dipenuhi maka pengguna akan tertarik untuk menggunakannya.

Lalu, Bagaimana Nasib Startup Teknologi Di Indonesia Di Mendatang?

Seperti yang kita ketahui, Pemerintah Indonesia saat ini sedang membuat sebuah program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Apa itu Gerakan Nasional 1000 Startup Digital? Diambil dari lamannya, penjelasan dari gerakan ini mempunyai tujuan  mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia di tahun 2020 dengan mencetak 1000 startup yang menjadi solusi atas berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.

Tujuan terbesar dari gerakan ini memajukan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dengan cara membina para pemuda Indonesia agar mampu membuat startup digital yang menyelesaikan masalah bangsa dan mampu bertahan hingga nantinya menjadi sebuah perusahaan yang sustainable. Nah, keren kan?

Kegiatan ini diadakan di 10 besar di Indonesia melalui proses seleksi dan penyaringan dari para praktisi yang sudah berada di bidang startup teknologi di Indonesia. Nantinya startup dari setiap daerah akan diseleksi, kemudian dilakukan mentoring dan inkubasi untuk menjadi startup yang mampu menyelesaikan banyak permasalahan di daerahnya.  Untuk info lebih lanjut bisa kunjungi halamannya di sini.

Masih belum pasti sejauh apa bantuan Pemerintah nantinya di masa depan, apakah setelah setelah proses inkubasi para startup tersebut akan dibiarkan begitu saja untuk berkembang sendiri atau akan ada pengarahan lagi untuk mendapat funding sehingga mereka benar-benar bisa berjalan. Entahlah.

Tetapi di sini kita bisa melihat bahwa pemerintah sudah mulai melirik start up sebagai sebuah bagian penting dari ekonomi digital di Indonesia. Sampai membuat program yang cukup fantastis seperti ini. Pemerintah juga mengakui bahwa startup merupakan sebuah potensi penting yang akan sangat sayang bisa seluruhnya akhirnya hanya dimiliki oleh investor dari luar negeri.

Selain itu, bila melihat statistik Indonesia dari segi pengguna teknologi smartphone dan internet, Indonesia masih merupakan sebuah pasar yang cukup besar untuk ditaklukan. Dikutip dari katadata.com, sebuah survei yang dilakukan CLSA pada 2015 menunjukkan lebih dari 90% pengguna smartphone memerlukan waktu tidak kurang dari 2 jam per hari dalam menggunakan perangkat ponsel pintar. Bahkan, 32,5 persen pengguna smartphone ini membutuhkan lebih dari 8 jam untuk mengakses ponselnya.

Bayangkan seperti itulah pengguna smartphone di Indonesia menghabiskan waktunya!

Grafik: 33% Pengguna Akses Ponsel Pintar lebih dari 8 Jam/Hari
33% Pengguna Akses Ponsel Pintar lebih dari 8 Jam/Hari

Dengan jumlah pengguna smartphone lebih dari 90 juta pengguna dan transaksi ecommerce yang dipredikis akan mencapai angka $130 Miliar pada tahun 2020, sebenarnya startup teknologi di Indonesia masih punya kesempatan untuk terus berkembang. Tinggal masalahnya adalah bagaimana mampu mengkonversi peluang-peluang tersebut menjadi sebuah layanan atau produk yang mampu bermanfaat bagi masyarakat agar bisa digunakan.

Nah, buat buzzfriend yang merasa mempunyai ide atau niat untuk membuatatau mempunyai sebuah startup, tidak perlu khawatir dengan masa depan startup di Indonesia karena peluang masih terbuka banyak. Tinggal siapkan pikiran, modal dan yang paling mental untuk tidak menyerah dalam membuatnya. Stay awesome, buzzfriend!

Hati-Hati Penipuan SMS Banking/ Internet Banking Bank Mandiri !

Jadi, pada Jum’at tengah malam saya mendapat sebuah sms, saya memang sengaja tidak membuka sms tersebut karena siapa pula yang mau sms saya tengah malam? Besok paginya saya buka ternyata isi sms itu dari 3355 dan memberikan sebuah kode OTP dari Bank Mandiri.

Kode ini biasanya digunakan saat kita menggunakan layanan transaksi online sebagai verifikasi bagi pemiliki rekening tersebut bahwa pemilik rekening tersebut memang melakukan transaksi tersebut. Saya cukup kaget karena saya tidak melakukan transaksi online apapun, terlebih lagi pin atau kode SMS Banking dan Internet Banking saya sudah saya lupa. Bagaimana caranya saya menggunakan dua layanan tersebut?

Saya ingat kalau malam sebelumnya saya menggunakan ATM di SPBU daerah Wastukencana. Apa di sana ada alat skimmingnya ya? (Baca : Alat Skimming di ATM) Padahal saya sudah mengecek sebelum menggunakan ATM tersebut. Sebenarnya memang cukup rawan menggunakan ATM di wilayah yang terbuka seperti SPBU, ATM Gallery di Minimarket dan juga ATM yang sifatnya tidak terawasi. Jadi, bila kalian mau melakukan transaksi di sana sebaiknya sangat-sangat-sangat berhati-hati. Silahkan cek video di bawah ini untuk mengetahui bagaimana alat skimming di ATM.

Selanjutnya saya langsung berangkat ke kampus dan menuju ATM terdekat dan untuk mengganti nomor PIN saya karena saya khawatir kenapa-kenapa. Nah, sekitar jam 12.30 saya mendapat telepon dari nomor 0811129122, saya tahu itu nomor yang biasa digunakan oleh marketing kartu kredit bank, dan benar saja setelah saya angkat dia mengaku dari Bank Mandiri Pusat dan meminta nomor OTP yang saya terima tadi malam dengan alasan untuk menonaktifkan layanan SMS Banking dan Internet Banking karena saya sudah lama tidak menggunakannya.

Pertama saya cukup percaya dengan ucapannya itu, tapi saya ingat ini kan hari Sabtu? Bagaimana mungkin di hari Sabtu seperti ini ada proses yang bisa dilakukan di hari kerja? Kenapa harus mengganggu nasabah di hari libur operasional? Kemudian saya meminta tidak melanjutkan proses dengan alasan tersebut dan saya memang kurang percaya bila tidak ada pemberitahuan secara langsung melalui surat dan sebagainya. Hanya melakukan pemberitahuan hanya melalui telepon rasanya terlalu beresiko bagi saya. Dan orang itu tetap meminta kode OTP agar prosesnya bisa dilakukan dengan nada yang cukup meninggi bahkan terdengar memaksa.

Penipuan Bank Mandiri via Telepon

Salah Satu Alat Skimming ATM via iputan6.com

Kemudian saya jelaskan saya tidak bisa melakukannya sebelum saya konfirmasi ke call center Bank Mandiri di 14000, bahwa kegiatan ini memang benar-benar mereka lakukan. Dia kemudian mempersilahkan saya untuk melakukan tersebut tetapi kemudian meminta masa berlaku dari kartu saya. Lha, buat apa ya? Emangnya saya mau belanja online?

“Kartu saya sampai tahun 2020, Pak,” jelas saya. Padahal bukan.

“Tanggal berapa?” Dia meminta tanggal dari kartu saya.

“Tanggal apaan, Pak? Ini cuman ada bulan sama tahun!”

“Itu ada berapa angka? Dua atau Empat?!” tanyanya lagi, dengan nada meninggi. Si Kampret, kalo elo dari bank elu harusnya tahu ada berapa angkanya!

Saya langsung tutup percakapan itu, dan tak lama kemudian nomor 0811-129-122 kembali menelpon tapi saya tidak angkat. Selanjutnya ada juga nomor yang menelpon 0831-7890-0141 yang saya yakin juga merupakan bagian komplotan yang sama. Saya cepat-cepat ke ATM dan mengecek saldo dan transfer sebagian ke rekening saya di bank lain, menuju rumah dan menelpon 14000 untuk konfirmasi dan ternyata kegiatan itu sama sekali tidak ada. Fuuuih! Nah, penjelasan di bawah ini rasanya cukup jelas kan?

Saya sebenarnya masih bingung dan ingin tahu sebenarnya mereka dapat data saya dari mana ya? Apa saya kena jebakan skimming? Harusnya mereka bisa langsung bobol atm saya, tanpa minta OTP. Tapi… Ya sudahlah, berarti saya harus semakin berhati-hati.

Nah, untuk kalian yang membaca ini ada beberapa hal yang harus  kalian baca di sini agar bisa terhindar dari penipuan yang mengatasnamakan Bank manapun untuk proses apapun. Kalau ada yang dirasa janggal sebaiknya jangan lakukan. Bila diminta memberika kode OTP, Nomor PIN, Nomor Kartu, Masa Berlaku Kartu dan sebagainya jangan pernah berikan karena pada dasarnya pegawai bank tidak boleh mengetahui hal tersebut.

Sebisa mungkin mengganti nomor  PIN ATM secara berkala dan bila memiliki banyak ATM jangan sampai menggunakan PIN yang sama. Ingat! Waspadalah! Waspadalah! Jangan sampai menyesal ketika menjadi korban.

Untuk melihat modus penipuan lainnya kallian bisa cek di situs gagoda.com karena di situs ini cukup memberikan banyak cerita dan pengalaman bagi orang-orang yang hampir menjadi korban penipuan seperti yang nyaris saya alami. Stay awesome, buzzfriend! Keep Alert!