Belajar Bisnis Startup dari Aplikasi Gojek

Aplikasi gojek adalah aplikasi yang menjadi primadona pada tahun 2015 ini dengan berbagai kesuksesan dan juga rintangan yang mereka hadapi membuat aplikasi ini menjadi salah satu aplikasi terbaik yang ada di tahun 2015 ini. Ada beberapa hal yang bisa startup lainnya pelajari  dari kisah aplikasi ojek by demand ini.

1. Memberi Solusi

Aplikasi gojek adalah aplikasi yang mampu menangkap solusi dari masalah kemacetan di kota-kopta besar di Jakarta ini. Sejak adanya aplikasi ini, masyarakat mulai melirik ojek sebagai salah satu alternatif kendaraan umum untuk kegiatan sehari-hari mereka  dalam menghadapi kemacetan di ibukota dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Selain itu, dampak dari adanya gojek, banyak perusahaan startup lainnya yang juga ikut menjadi pemain dalam aplikasi ojek by demand ini Sebut saja GrabBike, Blujek, Lady Jek dan masih banyak lagi. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi ini memang dibutuhkan oleh masyarakat karena memberika solusi kepada masyarakat.

Gojek from duniaku.net

Banyaknya yang meniru bisnis ini menunjukkan bahwa aplikasi Gojek memiliki nilai bagi pengguna dan kompetitornya. Salah satu hal yang membuat startup gagal adalah karena mereka membuat aplikasi yang tidak dibutuhkan oleh pengguna. Ini lah poin dari penting dari sebuah bisnis startup, pastikan bahwa aplikasi atau layanan yang kita buat memang memiliki manfaat dan juga bisa memberi solusi kepada para pengguna dan memberikan nilai bagi investor. Bila kalian melihat kompetitor baru dalam bisnis yang sama, Cheer up! Because that’s a good sign!

2. Kreatif

Selain mampu memberikan solusi bagi masyarakat, aplikasi gojek juga sangat kreatif dalam mengembangkan aplikasi mereka. Mereka mengetahui bahwa fungsi ojek tidak hanya bisa mengantarkan satu orang dari satu tempat ke tempat lainnya, tapi bisa juga mengantarkan barang. Dari ini lahir lah layanan Go Food, Go Mart, Go Box dan juga sebagainya. Kita bisa melihat adanya value added yang dilakukan Gojek untuk memberikan mereka pendapatan selain daripada bisnis inti mereka dalam bidang transportasi dengan menggunakan ojek.

GoFood by Gojek from TechinAsia

Perusahaan startup memang sudah seharusnya tetap terus kreatif untuk mampu mengembangkan bisnis mereka terutama dalam permasalahan pendapatan. Banyak perusahaan yang mendapatkan pendanaan dari berbagai venture capital, tapi tak sedikit yang akhirnya harus tutup karena tidak mampu mengembangkan bisnis dan keuangan mereka. Berikan nilai dan manfaat lebih dalam aplikasi atau layanan yang kita  punya untuk memastikan bahwa perusahaan kita bisa tetap bertahan dalam dunia bisnis.

3. Legal Issue

Sebenarnya, salah satu hal yang membuat Gojek ini besar adalah banyaknya permasalahan legal akibat dari adanya aplikasi ini. Mulai dari masalah keselamatan penumpang, masalah order fiktif, gesekan antara ojek pangkalan dan driver Gojek. Bhakan beberapa waktu kemarin, secara resmi Menteri Pehubungan mengumumkan bahwa layanan aplikasi ojek by demand seperti Gojek dan lainnya dilarang untuk beroperasi karena tidak memnuhi standar keselamatan penumpang. Tetapi dengan pertimbangan khusus, akhirnya layanan transportasi umum alternatif ini masih bisa kita nikmati sampai adanya perbaikan dalam sistem transportasi Indonesia.

larangan aplikasi Gojek from Techinasia

Permasalahan legal memang terkadang menjadi sebuah batu sandungan yang besar bagi sebuah perusahaan startup karena kadang solusi dari persoalan legal ini menyangkut dari banyak pihak, mulai dari perusahaan itu sendiri, konsumen hingga pemerintah dan kebanyakan founder startup tidak berlakang belakang dari dunia hukum. Tidak ada salahnya bila kita akan membuat sebuah perusahaan startup kita perlu mempelajari regulasi yang ada terkait dengan palikasi atau layanan yang kita miliki atau kita bisa menyewa konsultan hukum bila mempunyai cukup uang untuk membayarnya.

4. Good Team, Good Player

Tidak bisa disangsikan juga, faktor dari Founder dan Co-Founder Startup sangatlah penting dalam sebuah startup. Salah satu hal yang membuat sebuah startup gagal adalah terlalu banyak atau terlalu sedikit Co-Founder dalam sebuah startup. Gojek memiliki Nadiem Makarim yang merupakan seorang lulusan Hardvard Business dan juga memilki pengalman dalam membangun bisnis online di Zalora. Nadiem mengajak Brian Cu and Michaelangelo Moran yang juga memilki kemampuan dan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang sama dengannya. Kolaborasi antar co founder tersebut menghasilkan tidak hanya sebuah aplikasi, tapi juga layanan yang sangat fenomenal di tahun 2015 ini.

Nadiem Makarim from obendon.com

Bila kita akan membuat sebuah startup, pastikan kita memilki o-founder yang meiliki satu visi serta memiliki latar belakang dan pengalaman yang memadai untuk mengembangkan startup yang akan kita bangun. Karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan kita hadapi ketika bisnis tersebut mulai berjalan. Kemampuan teknikal dan pengetahuan akan bisnis menjadi dua buah hal yang sangat penting bila kita ingin startup yang kita miliki bisa berkembang dalam dunia bisnis di Indonesia.

Masih banyak sebenarnya yang bisa kita pelakari dari aplikasi Gojek ini, bila buzzfriend mempunyai tips atau pandangan lainnya, bisa dong sharing lewat comment dibawah ini. Stay awesome!

Comments

comments